Lahir Dari Desa Terpencil di Sultra, Pemuda ini Raih Cumlaude S2 UNY

  • Bagikan
Sosok Pemuda asal Sultra, Amran menjadi lulusan terbaik di Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3.99 (Cumlaude) S2. Foto: Ald
Sosok Pemuda asal Sultra, Amran menjadi lulusan terbaik di Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3.99 (Cumlaude) S2. Foto: Ald

Yogyakarta, SULTRAINFORMASI.COM – Siapa sangka, sosok akademisi yang lahir di pulau pedalaman Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil menjadi lulusan terbaik di Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan IPK 3.99 (Cumlaude) S2.

Adalah, Amran, pemuda asal Pulau Bangko, Desa. Baliara Kepulauan, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Meski dari keluarga tidak mampu, kondisi itu tak menyurutkan niat pemuda tersebut untuk terus meneguk air pengetahuan.

Namun, jalan yang ditempuhnya untuk dapat mencapai prestasi dengan IPK yang hampir sempurna tidaklah mudah. Inilah kisahnya.

Amran mengatakan, sebelum menginjakkan kaki di Yogyakarta, orang tua pernah tidak mengizinkan dikarenakan jarak yang sangat jauh.

“Namun, saya tetap berada di pendirianku untuk melanjutkan studi S2 di Yogyakarta, demi mencapai cita-cita saya. Saya bermodalkan nekat, mengandalkan Masjid untuk sementara waktu demi kelangsungan proses belajar saya selama di Yogyakarta waktu itu, dikarenakan saya belum memiliki kos-kosan,” kata Amran kepada Sultrainformasi, pada Minggu (29/08).

“Dan alhamdulillah, akhirnya saya selesai juga setelah di Wisuda periode Agustus di Auditorium UNY padahari Sabtu 28 Agustus 2021 kemarin, ini semua berkat doa kedua orang tua saya dan tak luput dari dosen di UNY,” sambungnya.

Saat Amran di Wisuda periode Agustus di Auditorium UNY pada hari Sabtu 28 Agustus 2021. Foto: Ald.

Kemudian, Amran menceritakan, selama berada di Yogyakarta, ia sudah menemukan banyak hal khususnya di bidang pendidikan. Katanya, selama menempuh pendidikan S2 di UNY, tidak pernah mudik. Terhitung, sejak saya meninggalkan kampung halamanya pada 17 Juni 2019 hingga sekarang.

“Saya sangat besar keinginan untuk melanjutkan studi kejenjang berikutnya yaitu, S3, namun saya mengingat saya berasal dari keluarga yang tidak mempu dalam hal ini ekonomi, secara terpaksa saya akan mengurungkan niat saya di karenakan biaya untuk S3 sangat mahal,” tuturnya.

“Insya Allah, jika ada beasiswa saya akan lanjut studi lagi. Oh iya, saya mengharapkan semoga pemerintah provinsi Sultra mengadakan Beasiswa S3,” singkatnya.

Sementara itu, usai menyelesaikan studi S2, Amran yang diketahui lahir dari keluarga seorang Ayah petani sangat bangga dan senang.

“Alhamdulillah senang dan bangga kepada orang tua saya, walaupun orang tua saya hanya lulusan SMP (Ibu) dan SD Ayah, tapi anaknya mampu berkuliah hingga jenjang S2, dan itu semua biaya orang tua tidak ada campur tangan pemkab” ucapnya dengan nada terharu.

Amran juga menyampaikan, jika ingin melanjutkan pendidikan jangan pernah putus asa.

“Jangan pernah putus asa akan keinginan untuk melanjutkan pendidikan, jika anda gagal, silahkan coba lagi (berusaha, berdoa, bersabar, dan bersyukur),” tutupnya.

Berikut link video, saat Arman menjalani Wisuda: https://youtu.be/PBuV0N48KVo .

Laporan: Ald

Editor: Ald

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *