Prodi Ilmu Politik UHO Gelar Dialog Perempuan, Ini Pesan Pemateri

  • Bagikan
Dialog perempuan HMPS Ilmu Politik. Foto: Aldho.
Dialog perempuan HMPS Ilmu Politik. Foto: Aldho.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar dialog perempuan, bertempat di Aula Lakilaponto FISIP UHO, pada Rabu (12/01/2022), dimulai sekira pukul 09.00 WITA.

Dalam kegiatan ini, HMPS Ilmu Politik mengangkat tema “Peran Perempuan sebagai Pilar Peradaban Bangsa”.

Mereka mengahadirkan pemateri hebat yakni, anggota DPRD Kota Kendari Hj. Rusiahwati Abunawas, Ketua IPSM Kota Kendari Hj. Sri Lestari Sulkarnain, Wakil Walikota Kendari dr. Siska Karina Imran dan Komisioner KPU Provinsi Sultra Ade Suerani.

Ketua Prodi Ilmu politik, juga merupakan pengamat politik Sultra, Dr. M. Najib Husain mengatakan, bahwa perempuan-perempuan yang bergaul di bidang politik adalah perempuan-perempuan tangguh karena jarang ditemui perempuan-perempuan yang mau berperan dalam bidang politik.

Mahasiswa-mahasiswi Prodi Ilmu Politik saat mengikuti kegiatan dialog. Foto: Aldho.

“Karena perempuan itu bagaikan 70 banding 30 persen. Karena perempuan itu sebenarnya berperan penting di bidang manapun entah itu di dunia perpolitikan dan lain sebagainya,” ucap Najib saat menyampaikan sambutan.

Ditempat yang sama, Komisioner KPU Provinsi Sultra Ade Suerani mengatakan, belajar Politik itu diajarkan bagaimana cara mengatur negara. Ia juga menyampaikan beberapa tips agar perempuan kembali ke perempuannya.

“Pertama, jujur pada dirinya sendiri kemudian perempuan harus menjaga kepercayaan diri terakhir perempuan bisa mensyukuri diri,” ucap Suerani saat memberikan materi.

Sementara itu, Ketua IPSM Kota Kendari Hj. Sri Lestari Sulkarnain mengungkapkan, bahwa perempuan itu mempunyai ciri khas tersendiri.

Jika kita berbicara tentang kesosokan seorang perempuan. Zaman dulu perempuan masih rendah harga dirinya sehingga perempuan sering di kerasi. Setelah muncul seorang perempuan hebat yaitu RA. Kartini sedikit demi sedikit, perempuan mulai di ajarkan tentang apa itu sekolah.

“Saat itu, pertempuan diajarkan cara untuk membaca dan menulis, sehingga tidak di perbodohi oleh laki-laki lain yang berbuat semenah-menah terhadap perempuan,” ungkap Sri.

“Jika perempuan tidak mengenal dunia politik, mungkin akan kurang atau sedikit akan muncul pemahaman dalam berbagai bidang, baik di bidang pendidikan, bidang ekonomi, sosial, kemasyarakatan dan yang paling intinya itu adalah di bidang politik,” tambahnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia Pelaksana, Mutia Humairah Masri menyampaikan, agar perempuan jangan terlalu berdiam, buktikan bahwa perempuan juga bisa berwawasan.

“Karena perempuan juga bisa menjadi garda terdepan demi masa depan yang lebih besar, perempuan harus memberi ruang untuk dirinya agar bisa mencapai tujuan yang lebih terang,” tutupnya.

Laporan: Aldho
Editor: Aldho

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.