ODGJ di Buteng Diperkosa OTK kini Hamil 3 Bulan, Berikut Kronologinya

  • Bagikan
ODGJ di Buteng Diperkosa OTK. Foto: Istimewa.
ODGJ di Buteng Diperkosa OTK. Foto: Istimewa.

BUTON TENGAH, SULTRAINFORMASI.COM – Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), inisial WL (26) diperkosa oleh orang tak dikenal (OTK). Korban kini hamil 12 minggu atau 3 bulan.

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Ia mendapat laporan itu setelah adanya laporan dari salah satu kelompok pemerhati sosial.

“Benar, korban WL adalah ODGJ. Dia sudah hamil 3 bulan usai menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Zafira,” ujarnya, pada Selasa (31/5/2022).

Erwin juga mengungkap kronologi yang dialami korban ODGJ. Dia mengungkapkan, korban WL pertama kali dicurigai berbadan dua saat Ketua Tim Yayasan Bantuan Berbagi Baubau bernama Mei berkunjung di kediamannya pada Rabu (25/5/2022) sekitar pukul 16.00 WITA.

Sesampainya di kediaman WL di Buteng, Mei melihat korban dalam posisi telanjang. Ia tertuju pada perut WL yang dinilai ganjal.

Keesokan harinya atau Kamis (26/5/2022) sekitar pukul 19.00 WITA, korban WL diantar oleh Tim Relawan Yayasan Posko Berbagi Baubau di Rumah Sakit (RS) Ibu dan Anak Zafira.

“Sesuai hasil pemeriksaan, WL telah hamil dengan usia kandungan 12 minggu atau 3 bulan dan kehamilan dinyatakan bermasalah atau hamil di luar kandungan,” ungkap Erwin, Selasa (31/5/2022).

Tim Relawan Yayasan Berbagi Baubau mengumpulkan informasi dari tetangga sekitar tempat tinggal korban dan mengetahui bahwa WL sering datang ke kebun seorang warga inisial LA.

“Berdasarkan keterangan LA, ia (LA) membenarkan bahwa WL pernah datang ke kebunnya beberapa kali,” tambahnya.

Namun saat datang ke kebun, LA bersama istrinya menegur WL dan memintanya agar tidak datang ke kebun itu karena ia selalu mengambil parang, mereka khawatir jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendati demikian, Erwin mengaku belum mengetahui pasti di mana korban dihamili dan siapa pelaku yang menghamilinya.

Pasalnya, korban WL yang susah diajak komunikasi karena kondisi kejiwaan membuat penyidik tidak bisa mengumpulkan keterangan apapun.

Untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya akan menghadirkan seorang ahli yang bisa melakukan terapi agar pelaku pemerkosaan terungkap.

“Semoga bisa terungkap,” tutupnya.

Laporan: Aldho
Editor: Aldho

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *