Duh! Perkara Tak Beli Toga di Koperasi Fakultas, Mahasiswa IAIN Kendari Diusir dari Gedung Wisuda

  • Bagikan
Prosesi wisuda IAIN Kendari di Syahid Azizah Syariah. Foto: Istimewa.
Prosesi wisuda IAIN Kendari di Syahid Azizah Syariah. Foto: Istimewa.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.COM – Seorang mahasiswa Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Andi diusir dari gedung wisuda yang digelar di Hotel Syahid Azizah Syariah, Selasa (28/11/2023). Ia disur disebabkan tak membeli toga di koperasi Fakultas.

Andi pun kecewa lantaran tak bisa mengikuti wisuda bersama ratusan mahasiswa lainnya. Menurut Andi, dirinya diusir oleh panitia, lantaran tak punya undangan saat masuk ke dalam gedung acara.

Pasalnya, untuk mendapatkan undangan, Andi harus membeli toga dan baju wisuda senilai Rp350 ribu yang disiapkan koperasi fakultas. Andi sendiri tak membeli kedua barang itu karena memilih meminjam dari kerabatnya.

“Toga dan baju wisuda saya pinjam, jadi niatnya hanya mau bayar Rp100 ribu untuk sumbangan alumni dan biaya dokumentasi. Tapi pihak koperasi mewajibkan membeli satu paket baju wisuda dan toga Rp 450 ribu,” bebernya.

Menurut Andi, tak ada aturan yang mewajibkan calon wisudawan membeli baju wisuda dan toga. Pengumuman yang dikeluarkan Fakultas Syariah tidak ada frasa kata wajib membeli toga dan baju wisuda.

Tak hanya itu, selama ini di beberapa mahasiswa juga meminjam 2 barang tersebut untuk mengikuti wisuda. Sebab, tak ada aturan yang mewajibkan pembelian toga dan baju wisuda.

Andi mencoba melakukan komplain kepada pegawai koperasi, Kasubag dan Wakil Dekan II Fakultas Syariah saat pengambilan undangan, Senin (27/11/2023) kemarin, namun tak kunjung mendapat solusi.

“Kata Wadek (Wakil Dekan) II Fakultas Syariah kebijakan membeli toga dan baju wisuda itu merupakan kebijakan kantor pusat (Rektorat IAIN). Sehingga dia juga tidak bisa memberikan kebijaksanaan ketika hanya membayar sumbangan alumni dan dokumentasi,” bebernya.

Karena tak puas dengan kebijakan itu, Andi lantas nekat mengikuti wisuda menggunakan baju dan toga pinjaman, namun tak membawa undangan. Andi pun diusir dari gedung wisuda.

“Tadi saya ke gedung untuk wisuda, tapi saya diusir. katanya harus ada undangan. Untuk mengambil undangan, harus ada kwitansi pembayaran. Tadi saya bawa kakak, karena tidak bisa wisuda maka saya langsung pulang,” tutupnya.

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐤𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐮𝐥𝐭𝐫𝐚𝐢𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢.𝐜𝐨𝐦, 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *