Telat Dilayani saat Minta Jatah, Belasan Preman Serang Warung Sate Pakai Botol Miras-Sajam di Kendari

  • Bagikan
Telat Dilayani saat Minta Jatah, Belasan Preman Serang Warung Sate Pakai Botol Miras-Sajam di Kendari. Foto: Aksar/Sultra Informasi.
Telat Dilayani saat Minta Jatah, Belasan Preman Serang Warung Sate Pakai Botol Miras-Sajam di Kendari. Foto: Aksar/Sultra Informasi.

KENDARI, SULTRAINFORMASI.COM – Belasan preman menyerang warung sate samping kampus STIE 66 di Jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pakai botol minuman keras (miras), balok, dan besi hingga senjata tajam (sajam) jenis parang. Ia menyerang warung sate karena itu telat dilayani saat minta jatah.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 23 April 2024 malam sekira pukul 22.00 WITA. Dalam peristiwa itu, 5 orang yang berada di warung sate tersebut menderita luka-luka usai diserang.

Salah satu korban bernama Ancu menjelaskan, penyerangan belasan preman itu berawal saat 3 orang tak dikenal datang meminta sate. Namun, para preman ini terlambat dilayani karena pedagang sate ini masih melayani pembeli.

“Mereka datang mabuk. Minta sate katanya disuruh Upin, karena tidak sabar terlambat dilayani akhirnya pulang melapor katanya dipukuli di sini (warung sate), mereka kembali datang 5 motor berboncengan,” kata Ancu.

Belasan preman itu mendadak menyerang secara membabi buta, melempar siapapun yang berada di warung sate menggunakan batu, parang, botol, besi panjang, dan balok.

Sejumlah pengunjung berhamburan, termasuk karyawan dan pemilik warung sate tersebut. Ancu yang kaget berusaha melakukan perlawanan dengan mengejar sekelompok preman berusia remaja tersebut hingga luka di siku kiri.

“Saya kaget, karena mereka menyerang mendadak, kami tidak siap, hanya berusaha membela diri mengejar beberapa orang. Tapi saya luka, tidak tahu ini terkena apa,” ujarnya.

Tak hanya Ancu, korban lain menderita luka parah di kepala setelah terkena lembaran botol. Ada pula korban yang luka terkena batu dan besi. Seorang anak pemilik warung sate mengalami trauma dan terus menangis usai kejadian.

Usai melakukan penyerangan, belasan preman ini melarikan diri. Tak lama warga dan aparat kepolisian mulai berdatangan.

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐤𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐮𝐥𝐭𝐫𝐚𝐢𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢.𝐜𝐨𝐦, 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *