BEM UHO: Kriminalisasi warga Torobulu yang mempertahankan Hak Lingkungan, Keabsahan IUP Wajah Inti Lestari Perlu di Tinjau Kembali

  • Bagikan
BEM UHO: Kriminalisasi warga Torobulu yang mempertahankan Hak Lingkungan, Keabsahan IUP Wajah Inti Lestari Perlu di Tinjau kembali. Foto: Istimewa.
BEM UHO: Kriminalisasi warga Torobulu yang mempertahankan Hak Lingkungan, Keabsahan IUP Wajah Inti Lestari Perlu di Tinjau kembali. Foto: Istimewa.

KONAWE SELATAN, SULTRAINFORMASI.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Mentri Advokasi dan Pergerakan Alfansyah sangat mengecam penetapan status hukum tersangka terhadap dua warga Torobulu Kabupaten Konawe Selatan.

Dua warga tersebut di laporkan atas dugaan melakukan tindak pidana merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan yang di atur dalam pasal 39 angka 2 UU Nomor 6 Tahun 2023. Sementara protes yang dilakukan adalah bentuk upaya mempertahankan hak lingkungan hidup yang sehat dari aktivitas korporasi.

Mentri Advokasi dan Pergerakan BEM UHO, Alfansyah sangat menyayangkan pelaporan PT WIN terhadap dua warga torobulo perhari ini status hukumnya meningkat hingga pada tahap penyidikan dua warga tersebut di tetap sebagai tersangka oleh kepolisian. Warga yang memperjuangkan lingkungan hidup justru berada di bayang-bayang sanksi pidana.

Upaya warga menjaga lingkungannya dilindungi dengan UU No. 32 Tahun 2009. Pasal 70 ayat (1) menjamin hak masyarakat melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Pasal 66 di aturan yang sama juga menjamin perlindungan hukum warga untuk tidak dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata.

Aktivitas penambangan yang dilakukan oleh PT WIN di ketahui telah merusak mangrove, lingkungan pendidikan dan sumber mata air warga yang mengancam ekosistem dan keberlangsungan warga setempat.

Pasalnya perusakan kawasan mangrove yang juga dilakukan oleh perusahaan dapat merusak ekosistem laut hingga mengancam kehidupan dan pencaharian warga desa.

Ini merupakan bentuk kriminalisasi yang nyata yang dilakukan oleh PT WIN terhadap warga torobulu yang berupaya mempertahankan lingkungan hidup sehat dan bersih.
Korporasi yang mementingkan kepentingan bangsa yang mana kalau bangsa sendiri di persekusi, seharusnya perusahaan lebih mengedepankan prinsip-prinsip kearifan lokal demi terwujudnya keberlangsungan hidup yang nyaman dan sehat.

Tak hanya itu, mengenai aktivitas penambangan dalam wilayah pemukiman warga perlu di pertanyakan Keabsahan IUP PT WIN. Hal ini menjadi perhatian khusus pasalnya dalam penerbitan IUP perlu memperhatikan Analilis Dampak Lingkungan sebagaimana yang telah di atur yakni merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LH) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2018 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen AMDAL dan UKL-UPL.

“Ini menjadi pertanyaan besar apakah kaidah-kaidah dalam aturan telah terpenuhi atau tidak?,” bebernya.

BEM UHO mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Halu Oleo untuk bersatu sebagai wujud solidaritas mengawal perjuangan warga torobulu yang perhari ini masih berjibaku dengan hak-hak mereka yang di tindas. Mengenai polemik ini harapannya menjadi diskursus penting untuk mahasiswa khususnya kelembagaan Universitas Halu Oleo.

Tentunya sebagai tindak lanjut BEM UHO berkomitmen akan mengawal polemik ini kami akan berupaya melakukan gerakan sosial dengan gelombang masa yang besar.

“Korporasi untuk kepentingan bangsa yang mana? Bangsa sendiri di persekusi. Kami tidak akan diam keadilan harus di tegakkan seadil-adilnya, Hak-hak rakyat perlu di dilindungi,” tutup Alfansyah.

𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐤𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐮𝐥𝐭𝐫𝐚𝐢𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢.𝐜𝐨𝐦, 𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *